OTO RHINO LARYNGOLOGY

Jumat, 29 Agustus 2008

Anda mengorok? atau Sering mengalami henti napas saat tidur?

Apa itu ngorok? Apa bedanya dengan sleep apnea obstruktif (SAO)?

Ngorok atau istilah medisnya snoring adalah bunyi napas yang timbul saat tidur. Sedangkan SAO adalah henti napas saat tidur (sleep apnea) yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan berpotensi membahayakan jiwa. SAO lebih sebagai suatu sindroma di mana apnea timbul dalam beberapa periode. Apnea sendiri adalah terhentinya proses bernapas seseorang secara sementara dan intermiten selama 10 detik/lebih setiap periodenya. SAO timbul karena saluran napas bagian atas menyempit (oklusi) saat tidur menghasilkan beberapa episode apnea.
Akibat dari apnea, penderita sering terbangun mendadak, namun tertidur lagi saat napas kembali normal, selanjutnya kejadian yang sama terjadi berulang-ulang.

Siapa saja yang mengorok?

Pada usia 30 tahun, 20% pria dan 5% wanita mengorok. Kemudian meningkat hingga 60% dan 40% pada usia 40 tahun. Hal ini terjadi karena dengan bertambahnya usia, mukosa palatum (langit2) orofaring, dan hipofaring menjadi kurang elastik dan mudah kolaps sewaktu menghirup udara (inspirasi). mengorok juga 3 kali lebih sering terjadi pada obesitas.

Obesitas sering menyebabkan ngorok dan henti napas selama tidur karena berat leher, meningkatnya lemak di rongga parafaringeal yang mempersempit faring/tenggorok, langit-langit yang menebal, dan dasar lidah yang memadat. Ngorok dan henti napas (sleep apnea) dapat muncul seiring, meski tidak benar2 pada saat yang bersamaan. Hampir sebagian besar orang yang sleep apnea mengorok, namun orang yang mengorok belum tentu mengalami sleep apnea. Sehingga kebiasaan mengorok pada seseorang tidak dapat dijadikan landasan dalam memutskan apakah seseorang sleep apnea atau tidak.

Siapa pula yang mengalami SAO?

Lebih dari 5% populasi orang dewasa di Amerika mengalami SAO. Kebanyakan dari mereka (70% kasus) dikaitkan dengan berat badan berlebih, sisanya ternyata berat badannya normal namun terdapat kondisi seperti deviasi septum hidung, polip hidung, amandel yang besar, atau rahang yang pendek (retrognatia). Pria dianggap 2-3 kali lebih banyak mengidap SAO, sedangkan wanita kebanyakan mengalami SAO saat mencapai usia menopause. SAO juga dikaitkan dengan beberapa kondisi medis tertentu, seperti: gagal jantung.

Sebagian besar penderita SAO memiliki jaringan yang tebal atau saluran napas yang sempit. Pada keadaan di mana dua variasi anatomi tersebut muncul, keduanya akan berkombinasi menghasilkan kolaps saluran napas atas sehingga aliran udara tersumbat, ini yang disebut sleep apnea tipe perifer. Namun perlu dipahami bahwa terdapat pula sleep apnea tipe sentral, di mana saluran napas tidak tersumbat tetapi otak (sistem saraf pusat) yang gagal memberikan sinyal ke otot2 untuk bernapas. Istilah mixed sleep apnea adalah cerminan kombinasi keduanya.
Adanya desaturasi oksihemoglobin akibat terhambatnya aliran udara seringkali menyebabkan penderita yang terjaga masuk kembali ke level tidur yang dangkal, dan saluran napas kembali membuka dengan karakter suara pernapasan yang nyaring (ngorok), namun tidurnya sendiri sangat terfragmentasi serta berkualitas buruk.

Seberapa nyaring suara ngorok yang bisa dihasilkan?

Suara ngorok paling keras tercatat dialami oleh Kare Walkert of Kumla, seorang berkebangsaan Swedia, yang menderita SAO, di mana suara yang terekam di Orebro regional hospital pada 23 Mei 1993 mencapai 94 dB !!! kekerasan ngorok ini setara jeritan anak atau kereta api bawah tanah.

Apakah ngorok pada anak normal?

Ngorok dan SAO pada anak adalah tidak normal ! Penyebabnya mungkin saja simpel seperti : pilek yang menyebabkan sumbata hidung, dan pembengkakan adenoid. Atau bisa juga lebih kompleks, seperti "fasies adenoid" yaitu suatu penyumbatan hidung kronis sehingga anak selalu bernapas melalui mulut dan menyebabkan struktur bagian tengah wajah menyempit dengan gigi yang menonjol langit-langit yang meninggi, dan rahang yang tertarik ke belakang diserta tertariknya otot-otot mengunyah. Lainnya adalah abnormalitas tulang kepala-wajah (Pirre Robin syndrome). Kasus lain termasuk kista nasofaring, encefalokel, atresia koana, dan deviasi septum hidung.
Komplikasi yang bisa timbul antara lain: defisit neurokognitif, gangguan pertumbuhan, Attention Deficit/Hyperactivity Disorders (ADHD), dan hipertensi pulmonal. Hanya sayangnya gangguan tidur seperti SAO pada anak sering tidak terdeteksi atau tidak dapat dikenali. jika faktor obesitas sangat berperan pada orang dewasa, maka pada anak dengan sleep apnea cenderung berat badannya rendah dan postur tubuhnya pendek.

Apa saja keluhan atau gejala yang dirasakan pada SAO?

Yang paling sering dirasakan adalah ia merasa amat sangat mengantuk sepanjang hari (Excessive daytime sleepiness). Ia menjadi tidak mampu mengemudi, tiba2 sangat mengantuk di tengah2 percakapan, dan sering diungkapkan sebagai rasa teramat lelah atau 'fatigue', dsb. Mengingat gejala yang timbul tersebut munculnya bergradasi, sering membuat penderita tidak sadar bahwa ia mengidap gangguan tidur, artinya peristiwa tidur yang buruk dengan periode henti napas berulang tidak disadari oleh penderita.
Karena itu penting bagi pasangan/pendamping tidurnya atau anggota keluarga, teman, atau teman kerjanya untuk memahami tanda2 SAO. Besar kemungkinan saat ia tertidur akan terdengar suara napas yang tidak lazim, diantaranya:
1. Pause diantara suara napas
2. Bunyi tercekik
3. Suara berkarakter eksplosif (terbukanya saluran napas scr tiba2 setelah sumbatan total)
4. Gemeretuk gigi selama tidur

Apa saja Konsekuensi SAO pada orang dewasa?

Konsekuensi kardio-vaskuler
1. Hipertensi
2. Gagal jantung kongestif
3. Aterosklerosis
4. Atrial fibrilasi
5. Ventrikular aritmia
6. pulmonari hipertension

Konsekuensi lainnya
1. Kecelakaan lalu lintas
2. Glaukoma
3. Menurunnya libido

Kondisi2 lainnya yang dilaporkan berhubungan dengan SAO
1. Obesitas dan sindroma obesitas, seperti Prader-Willi syndrome
2. Kelainan ovari polisistik
3. Gagal ginjal
4. Hipotiroidisme
5. Sindroma Marfan's
6. Penyakit charcot-Marie-Tooth
7. Refluks gastroesofageal
8. Epilepsi yang memberat

Bagaimana menangani SAO?

Terdapat sejumlah strategi/pilihan pengobatan untuk SAO, tentu saja disesuaikan dan berdasarkan hasil evaluasi yang teliti terhadap berbagai faktor yang mungkin menjadi penyebab timbulnya SAO, mulai dari hidung hingga level saluran napas atas yang paling bawah, melalui berbagai prosedur pemeriksaan, seperti: ananmnesis, pemeriksaan fisik umum dan area kepala-leher lengkap, termasuk mendeteksi masalah jantung paru atau hipertensi, pemeriksaan flexible endoscopic (ex. Muller's manuver), prosedur dasar/basis lidah. Beberapa modalitas pemeriksaan/test juga penting dalam penanganan SAO, antara lain: The Epworth Sleepiness scale, home sleep studies, multiple sleep latency test, sleep endoscopy, ataupun polisomnografi untuk sleep study.
Adapun pilihan modal terapi yang berkembang hingga saat ini, dapat dikelompokkan ke dalam terapi dengan pendekatan medis dan bedah.
1. Pengobatan non farmakologis seperti:
- Penurunan berat badan
- Penggunaan tongue-retaining devices
- Modalitas positive airway pressure: CPAP dan BiPAP
2. Medikasi: oksigen, protriptyline, theophylline.
3. Prosedur bedah: UPPP, somnoplasti, trakeostomi.

7 komentar:

G-NoX mengatakan...

halo dok salam kenal,
numpang nanya dok, saya pernah mendengar komplikasi snoring adalah OSAS untuk terapinya apakah harus dengan operasi lalu pada pasien dengan kelainan jantung perlu tidak kita konsul ke tht, sebab apabila ps dengan snoring + osas akan memperberat/memperparah kerja jantung. mohon pencerahannya dok.
terima kasih dok

atha mengatakan...

nice info...
sangat berbahaya y dok kalau mengalami henti napas saat tidur
terima kasih....

Guns mengatakan...

pokonamah sumanget terus ameh kuring jadi gury gury ennyoy haha

pengobatan kanker payudara

Neng ikeu1 mengatakan...

Tolong janganlah menyuruh aku untuk berubah, karena aku bukan satria baja hitam RX. Thanks infonya . .
Jual Obat-Obatan Pelangsing Tubuh

obat herbal glaukoma mengatakan...

terimakasih pencerahannya
Obat Herbal Tulang Keropos Obat Herbal Amandel Kronis Tanpa Operasi Obat Herbal Vertigo Akut Obat Herbal Glaukoma Obat Herbal Varises Obat Herbal Kanker Usus Halus Obat Herbal Alzheimer Paling Ampuh Obat Herbal Epilepsi Obat Herbal Sipilis Obat Herbal Pasca Stroke Obat Herbal Kanker Hati Obat Herbal Meningitis Obat Herbal Untuk Penyakit Faringitis Suplemen Pemutih Wajah Obat Herbal Bopeng Di Wajah

obat herbal lupus mengatakan...

cara alami untuk mengatasi berbagai macam penyakit secara alami
Obat Herbal Kanker Otak Tanpa Operasi Obat Herbal Tetanus Tradisional Obat Herbal Campak Obat Herbal Lupus Obat Herbal Paru-Paru Basah Obat Herbal Kaki Gajah Bengkak Obat Herbal Asam Lambung Kronis Paling Ampuh

obat herbal fistula ani mengatakan...

cara mengatasi penyakit fistula ani secara alami
Obat Herbal Fistula Ani