OTO RHINO LARYNGOLOGY

Google news

Loading...

Rabu, 03 September 2008

Telemedicine.. pentingkah di bidang kesehatan?

Telemedicine artinya memanfaatkan kemajuan teknologi telekomunikasi untuk pertukaran informasi kesehatan dan memberikan pelayanan kesehatan tanpa memandang batas geografis, waktu, sosial, dan kultur. Telemedicine akan bermanfaat bagi pasien maupun dokter jika implemantasinya berupa respon langsung bagi terpenuhinya kebutuhan di bidang kesehatan.

Apa bedanya e-health, telemedicine, dan telehealth?

e-Health adalah memanfaatkan internet untuk transmisi informasi kesehatan.
Telemedicine adalah penggunaan teknologi informasi dan telekomunikasi untuk pertukaran informasi kesehatan.
Telehealth adalah hasil dari pertukaran tersebut.
Berdasarkan definisi tersebut, telehealth mencakup pula pengertian terpisahnya jarak dan/atau waktu antara pesien dan dokter yang mendiagnosis atau mengobati.
Teknologi telehealth umumnya dimanfaatkan untuk beberapa kepentingan, antara lain:
1. Mengirim pelayan kesehatan ke pasien yang berjarak jauh
2. Mendidik provider, admisnistrator, pasien, dan keluarganya
3. Untuk mengakumulasi data atau memonitor insidensi penyakit sebagai bagian dari kesehatan masyarakat, epidemiologik, atau biodefense network.

Teknologi telehealth memiliki potensi untuk memperbaiki akses pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan, mengurangi kesalahan medis, mengurangi biaya kesehatan, dan lebih mendistribusikan informasi kesehatan.

Apa saja teknologi telemedicine yang dapat digunakan?

Termasuk di dalamnya adalah: telefon, radio, audiograf, fax, gambar komputer, video broadcast, video full-motion, virtual reallity, aplikasi terbaru dalam updated personal digital assistants (PDAs). Kebutuhan akan berbagai publikasi gambar2, terutama digital imaging untuk meningkatkan pemahaman dalam aspek medis, membuat telemedicine muncul sebagai komponen penting dalam bidang kesehatan, termasuk otolaryngology.
sebagai contoh:
Telemedicine dapat digunakan untuk menginformasikan, mendiagnosis, dan menengani pasien jarak jauh, seperti:
1. Videokonferensi atau stored-and-forward referral.
2. Tumor boards dan grand rounds
3. Rehabilitasi audiologi dan gangguan bicara
4. Konsultasi gangguan dengar
5. Teleproctored (mengawasi tindakan pembedahan) dan telementored (instruksi bedah)

Apa bedanya teknologi store-and-forward dan real-time?

Store-and-forward artinya data dikirim ke web-site dan kemudian diterima dan dianalisis oleh provider yang ditunjuk ke konsultan web-site. Konsultan akan me-review gambar dan data klinis dalam waktu tertentu dan kemudian mengembalikan opininya melalui e-mail ke provider.

Transmisi real-time artinya provider, pasien, dan konsultan mengirim informasi pada saat yang bersamaan, kemudian dengan menggunakan internet atau videokonferensi, beberapa klinisi akan saling bertukar informasi. Contoh lain dari transmisi real-time adalah percakapan telepon.

Mengapa tidak banyak orang memanfaatkan telemedicine?

Ada beberapa alasan:
1. Para praktisi enggan mempelajari dan menggunakan teknologi baru kecuali bila jelas memberikan keuntungan jika dilaksanakan.
2. Praktisi memerlukan akses hardware dan software untuk melaksanakan konsultasi telemedicine.
3. Terdapat keterbatasan dalam hal legalitas, sistem regulasi di suatu negara, etika, dan sosioekonomi untuk implementasi telemedicine di bidang kesehatan secara menyeluruh.

Sebagai contoh :
Lisence atau surat izin praktek (SIP). Semenjak negara kita menerapkan sistem terbatas 3 tempat praktek dan belum ada regulasi yang jelas mengenai legalitas SIP untuk berpraktek telemedicine yang berarti melewati batas waktu dan geografis. Misalnya jika seorang dokter diberi izin untuk berpraktek di Bandung, maka besar kemungkinan ia tidak dapat menangani pasien menggunakan telemedicine di Bogor, kecuali ia memiliki pula SIP di wilayah Bogor. Masih diperlukan ketegasan dan regulasi standar untuk legalisasi telehealth.

Apa hambatan lain atau resiko yang mungkin timbul, dan bagaimana anda menyikapi telemedicine ini?

Pemanfaatan dan kepercayaan yang berlebihan pada teknologi ini mungkin saja merusak komunikasi tradisional pasien-dokter, di samping resiko dan tanggung jawab dari seorang dokter. Masih banyak yang belum jelas mengenai resiko konsultasi, diagnosis, dan intervensi medis jarak jauh ini.

Karena itu selama telemedicine ini diperuntukkan untuk menambah wawasan dalam bidang kesehatan baik bagi pasien maupun dokter, sumber rujukan untuk mendapatkan strategi penanganan penyakit yang lebih baik dalam hal diagnosis maupun pengobatan, maka tidak salahnya dimanfaatkan secara informal.

Mengingat manfaat yang besar, maka penggunaan telemedicine secara profesional tetap harus dikembangkan hingga terdapat sistem regulasi dan legalitas yang jelas, disertai dengan kapasitas yang baik dan bertanggung jawab dari siapapun yang akan menyelenggarakan telemedicine ini. Sebaiknya penyelenggara telemedicine minimal adalah sebuah institusi rumah sakit dan suatu departemen sistem informasi yang duduk bersama dalam merencanakan implementasi sistem yang paling baik disesuaikan dengan kapabilitas yang dimiliki termasuk dalam hal teknologi yang tersedia dan paling tepat, manajerial, sistem operasional, serta policy dan procedures manual.

2 komentar:

thibbunnabawiy mengatakan...

Bismillah.
Alhamdulillah bs berkunjung ke blognya dr.imam. mohon izin nge-link, mdh2an bs konsultasi jg..

sy jg di Bandung dok, di kampung manglayang.gubuk sy di

http://kaahil.wordpress.com

Irga mengatakan...

salam kenal dok.. blog ini telah banyak membantu saya, utamanya saat stase di bagian THT. Makasih..